Selasa, 04 Juni 2013
CERPEN ISLAMI
Aku yang lebih suka membaca, tapi aku ingin belajar menulis juga...walaupun masih copy paste aku berusaha utk terus belajar. Sebelumnya terima kasih yang telah mempublikasikan catatan indahnya, hingga aku terpikat. Dan utk menjagaya aku share pula via blog ku. Semoga bermanfaat bagi para pembaca semua..
Selamat membacara yaaa...
Mengapa Aku Harus Menikahimu? ...
Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan "dia bukanlah orangnya!"
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur'an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan "mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!".
Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, "apa yang salah dengan itu?") pemuda itu menjawab, "Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu'alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini". Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu'alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur'an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu'alaihi wa sallam) mengatakan "jangan marah, jangan marah, jangan marah", ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
Mudah memaafkan, tidak mudah marah
Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
Mencitai Allah lebih dari segalanya
Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
Dapat mengontrol kemarahan
Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
"Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir". (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)
... SEBUAH KISAH MENGHARUKAN, ... AKU MENCINTAIMU SUAMIKU ....
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Selama tiga tahun, fatimah memperdalam ilmu agama dan belajar mengaji pada seorang ulama besar. Setelah ia keluar dari pondok pesantren, fatimah tumbuh sebagai gadis cantik yg sholihah yg cantik.
Ia pun kembali memasuki kehidupan diluar. Orang orang memandangnya tak ubahnya seperti bunga MAWAR putih yang tumbuh,diantara rumput ilalang.
Semua lelaki memujanya, percampuran darah indonesia dan tionghoa yg ada didalam tubuhnya, membuat ia seperti sebuah lukisan klasik yang nyata dan hidup. Ia seperti bidadari.
Ulama ulama dari seberang pulau, seringkali datang melamar fatimah. Bahkan tak jarang sahabat ayahnya mencoba melamar fatiah untuk anaknya.
Tetapi ayah fatimah yg memiliki hati yang teduh itu,menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada anaknya. Tetapi fatimah sebagai anak yg sholihah, fatimah justru menyerahkan hal itu pada ayahnya, menurutnya ayahnya tahu yg terbaik baginya.
Fatimah sangat mengagumi ayahnya karena dia adalah lelaki pertama yg dikenal dalam hidupnya. Seorang lelaki yg bertanggung jawab, selalu tersenyum meski dalam keadaan marah sekali pun, ia adalah lelaki yg selalu mengutamakan ibadah kepada Allah. Bahkan fatimah seringkali berucap” Jika Allah mendatangkan seseorang yang menemani hidup ku, biarlah ia seperti ayahku...”
Tanpa sepengetahuan fatimah, ternyata sang ayah diam diam telah menjodohkannya dengan anak seorang ulama terkenal yg merupakan sahabat baiknya.
Fatimah tak percaya saat ayahnya menyampaikan maksud perjodohan itu, karena ia tahu betul bagaimana akhlaknya pemuda itu, sang pemuda terkenal gemar sekali melakukan kemaksiatan, seperti : JUDI, MABUK2an, begadang, bahkan sholatpun tak pernah ia lakukan ... bahkan dikampungnya sang pemuda mendapat julukan THE GOD OF GAMBLER ... naudzubillah.
Hari hari ia lalui dengan bersujud pada ALLAH, ia memohon petunjuk pada Allah agar diberikan yg terbaik, ia yakin bahwa ALLAH akan membantunya, karena ia tak berani menolak tawaran dari ayahnya, meskipun pada saat saat itu seringkali di hantui mimpi2 buruk, dan itu yg membuatnya resah dan gelisah yg mebuat ia semakin bingung, karena ia punya prinsip “Tujuan hidup ku adalah membahagiakan ayahku apapun keputusannya bagaimana aku menolaknya???”
Akhirnya, ia memutuskan untuk menerimanya, dan hari yg dikhawatirkannya itu tiba juga. Dan ia sempat pingsan saat hari pernikahan itu, ia gak percaya bahwa akad itu telah terjadi.
Namun keresahan itu juga terjadi pada ikhsan (nama sang pemuda tersebut) saat akad nikah, dadanya bergetar hebat. Ia tak kuasa memandang pesona yang dimilki fatimah “ Benarkah aku layak menjadi suaminya?? Fatimah terlalu baik untuk ku!! Sedangkan aku??tak ada satupun yg bisa aku banggakan dariku!! aku peminum!! aku penjudi!! apakah ini NYATA????
Ditengah malam,tanpa sepengetahuan fatimah dia melakukan sesuatu yang tak pernah ial lakukan, yaitu SHALAT!! dalam shalatnya ia bersujud panjang dan bersyukur tak habisnya atas karunia yg telah diberikan Allah meski maksiat kerap kali dilakukannya, dalam sujud panjangnya dia selalu berdoa “Ya Allah, kasihanilah aku, ampunilah aku, bantulah aku...Ya Allah apakah betul Zamrud biru nan indah itu (fatimah) untukku??”
Waktu berlalu dengan DO’A dan KESUNGGUHAnnya, sehingga hari hari berganti dengan sebuah perubahan yg dahsyat, kini ikhsan telah berubah ia telah meninggalkan kebiasaan buruknya itu. Gadis nan indah itu telah merubah pandangannya tentang hidup hingga ia mampu meninggalkannya.
Hingga pada suatu malam fatimah menyaksikan peristiwa yang menggetarkan jiwanya .. Saat itu fatimah bangun malam hendak melaksankan shalat tahajud, namun saat ia memakai mukena ia mendengar suara orang yg mengendap2 di ruangan tamu, saat ia intip dari kamarnya tenyata sang suaminya hendak meninggalkan rumah, fatimah tak berani mencegahnya ia hanya mampu mengintip, namun pikirannya mulai berpikir yg tak baik tentang suaminya, ia khawatir suaminya kembali ke kebiasaannya yg buruk dulu hingga ia berani keluar malam lagi.
Ketika suaminya sudah mulai menjauh akhirnya ia mengikutinya dari belakang, ternyata sang suami masuk kesebuah masjid.
Fatimah tak percaya atas apa yg di saksikannya, ia melihat suaminya berdoa dengan meratap dan menangis kepada ALLAH
“Ya allah aku bersyukur pada MU telah engkau karuniakan seorang perempuan yg cantik, baik dan shalihah ... setiap hari ia berbakti kepada ku, menyiapkan segalanya untuku, mencucikan bajuku, memasak untuku, menimba ar untukku, membacakan kalam Mu untuk menyadarkanku dari khilaf ku pada MU ...
Tetapi hamba belum menyentuhnya, ya ALLAH, hamba tak pantas melakukan itu semua. Dan aku tau itu membuatnya terluka ...
Hidupku terlalu pekat oleh dosa dosa padaMU dimasa lalu. Tetapi engkau memberikan hadiah yg sangat besar untuk hidup ku .. Kehadiran fatimah disamping ku adalah karunia terbesar dari MU untukku ...
.. Maka dari itu ya ALLAH, agar fatimah tetap bersemi INDAH, bercahaya setiap waktu, damai dalam munajatnya kepadaMU setiap waktu .. Aku mohon ya Allah, siapkan seorang suami yg setara dengannya. Dan engkau pasti tak mau melukai hambaMU fatimah dengan membuatnya tersiksa bersuamikan hamba ... Kabulkanlah ya ALLAH.."
Mendengar itu, fatimah bergetar hebat ia menangis dan bersujud didepan pintu masjid. ‘Akulah yg berdosa, akulah yang berdosa, aku telah menyimpan pikiran buruk bagi hambaMU yang mulia,yang telah KAU tunjuk menjadi suamiku .. Ampunilah hamba ya Allah .., Bisikan kedalam hati lelaki itu, bahwa aku mohon maaf, dan betapa aku mengagumi dan mencintainya. Ya Allah izinkanlah ia menjadi suami ku selama2nya ..
Isak tangis yg ditahannya sejak tadi kini meledaknya.Memecah keheningan, sambil menangis ia merangkak menghampiri suaminya.
Ikhsan terperangah “apakah fatimah mendengar doaku??” pikirnya, dan kini ia semakin tak dapat menggerakkan seluruh sendinya, karena fatimah telah berada dihadapannya, dan memeluk erat tubuhnya. Ia tak percaya,sungguh tak percaya!!
Tangannya bergetar,saat pertama kalinya membelai kepala istrinya, hati dan matanyapun kini semakin basah.
“Kakak,jangan tinggalkan fatimah! mengapa kaka berniat seperti itu?? Aku adalah istrimu kak,selamanya tetap menjadi istrimu! jangan berpikir seperti itu, tersendat suaranya menahan isakan tangis.
“kumohon jadilah suami! Kumohon maafkanlah aku selama ini, telah berfikir buruk padamu. Aku mencintaimu kak”
Perlahan lahan ikhsan memeluk dengan lembut istrinya dengan segenap cinta,dan dengan lirih ia berucap, ”Ya allah,engkau datangkan lagi karunia yg BESAR untuk hambaMu ini,alhamdulillah”
(di sadur dari buku "Bunda,aku kembali" karya "Lalu Mohammad Zaenuddin" hal 59,)
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar